Demak, BIN.com - Kepolisian Resor Demak, Jawa Tengah, menggelar turnamen e-sport Free Fire bertajuk Kapolres Demak Cup 2026 sebagai upaya membina generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 1-2 Mei 2026, di Gedung Wisma Halim, Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.
Sebanyak 162 tim dari tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Demak turut ambil bagian dalam turnamen tersebut, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.000 orang. Sepanjang pertandingan, kompetisi berlangsung ketat dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, serta diwarnai antusiasme tinggi dari para peserta.
Turnamen ini merupakan hasil kolaborasi Polres Demak bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora), KONI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), serta E-sport Indonesia Kabupaten Demak.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, e-sport kini telah berkembang menjadi cabang olahraga yang diakui secara luas, termasuk di tingkat internasional.
“Seblum menggelar kegiatan ini, kami juga menggelar turnamen Mobile Legend. Kedua turnamen ini pelaksanaannya cukup seru karena semua peserta mengerahkan kemampuannya. Ini menjadi cara kita memberikan wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan bakatnya agar lebih terarah,” ujar Samel.
Ia menambahkan, aspek strategi dan sportivitas menjadi bagian penting dalam pertandingan e-sport.
“Antusiasme peserta juga sangat tinggi. Dalam permainan ini yang unik adalah bagaimana mereka menyusun strategi terbaik untuk mengalahkan lawan. Sportivitas pun terlihat jelas dari cara anak-anak bertanding,” katanya.
Menurut dia, pembinaan e-sport di daerah masih dalam tahap pengembangan, seiring dengan statusnya sebagai cabang olahraga yang relatif baru.
“Untuk pembinaan, saat ini kami masih dalam tahap pengembangan karena e-sport terbilang baru, sekitar dua tahun masuk dalam PON. Namun kami melihat potensi besar untuk membina generasi muda, dan Polres Demak siap mendukung serta mengembangkan e-sport di Kabupaten Demak,” ujarnya.
Samel juga mengingatkan para pelajar agar tetap memprioritaskan pendidikan meski menekuni e-sport.
“Bagi anak-anak yang hobi bermain game, e-sport kini sudah menjadi cabang olahraga yang diakui dunia. Mereka bisa berlatih kapan saja dan di mana saja, tetapi tetap harus mengutamakan waktu belajar dan sekolah,” ucapnya.
Ia menilai, keberadaan wadah seperti turnamen ini juga memberi ruang bagi orang tua untuk melihat potensi prestasi anak di bidang e-sport.
“Dengan adanya wadah ini, orang tua juga bisa melihat bahwa anak-anak dapat berprestasi melalui jalur e-sport. Tentunya dengan pengawasan, sehingga mereka bisa lebih terarah dalam bermain game,” kata Samel.
Dalam kesempatan itu, para peserta turut mendeklarasikan komitmen Kamtibmas E-sport Championship Kapolres Demak Cup 2026. Komitmen tersebut meliputi menjaga keamanan dan ketertiban, menolak hoaks serta ujaran kebencian, hingga menjauhi berbagai bentuk kejahatan seperti perjudian daring dan penyalahgunaan narkoba.
Turnamen ditutup pada Sabtu (2/5/2026) sore. Kapolres Demak menyerahkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan kepada para pemenang. Juara pertama diraih tim dari SMA N 2 Mranggen, juara kedua tim dari SMA N 1 Demak, dan juara ketiga tim SAYUNG MANIA dari SMA N 1 Sayung. Adapun uang pembinaan yang diberikan masing-masing sebesar Rp 5 juta untuk juara pertama, Rp 3 juta juara kedua, dan Rp 2 juta juara ketiga.
Ketua tim dari SMA N 2 Mranggen, Rifky Melano, mengatakan turnamen tersebut menjadi pengalaman berharga bagi timnya.
“Kegiatan ini sangat seru dan menjadi pengalaman berharga bagi kami. Selain menambah pengalaman bertanding, juga bisa mengasah kemampuan dan strategi tim,” ujar Rifky.
Ia menyebutkan, timnya sebelumnya juga pernah meraih prestasi di sejumlah kompetisi, termasuk dalam event Semesta yang digelar di Kecamatan Gunung Pati, Semarang.
“Prestasi ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berlatih dan meraih hasil yang lebih baik ke depan,” katanya.
Khanza haryati


Social Header