SRAGEN, JATENG, BIN.com – Sebanyak 17 Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat I Angkatan 60 Batalyon Manggala Satya resmi diterima Polres Sragen untuk mengikuti program Latihan Kerja (Latja) yang akan berlangsung mulai 8 hingga 22 Juni 2026.
Selama dua pekan ke depan, para calon perwira Polri tersebut tidak hanya belajar praktik kepolisian di lapangan, tetapi juga akan hidup berdampingan dan menyatu dengan masyarakat.
Penerimaan peserta Latja dilakukan secara resmi oleh Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari bersama jajaran di Aula Satya Haprabu Polres Sragen, Senin (8/6/2026) siang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para pejabat utama Polres Sragen, Kapolsek Sragen Kota, Kapolsek Karangmalang, serta para Bhabinkamtibmas yang akan menjadi pendamping selama pelaksanaan latihan kerja.
Sebanyak 17 peserta terdiri dari 15 Taruna dan 2 Taruni Akpol tersebut sebelumnya diserahkan secara resmi oleh Akademi Kepolisian kepada jajaran Polda Jawa Tengah dalam upacara serah terima yang berlangsung di Gedung Cendekia Akpol Lemdiklat Polri, Semarang.
Selama menjalani Latja di wilayah hukum Polres Sragen, para Taruna dan Taruni akan ditempatkan pada tiga fungsi teknis kepolisian, yakni Satuan Lalu Lintas, Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), dan Satuan Samapta.
Melalui penempatan tersebut, mereka diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu kepolisian yang telah diperoleh selama pendidikan di Akpol ke dalam praktik nyata pelayanan masyarakat.
Yang menarik, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan kedinasan di lingkungan kepolisian. Mereka juga akan tinggal di rumah-rumah warga dengan pendampingan personel Bhabinkamtibmas, fungsi Intelkam, serta Reskrim.
Pola pembelajaran ini dirancang untuk membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat pemahaman para taruna terhadap kondisi sosial masyarakat secara langsung.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan bahwa Latihan Kerja merupakan tahapan penting dalam membentuk karakter calon perwira Polri yang profesional, humanis, dan dekat dengan masyarakat.
"Latihan kerja ini bukan sekadar mengenalkan tugas kepolisian di lapangan, tetapi juga membentuk kepekaan sosial para Taruna dan Taruni. Mereka akan belajar langsung dari masyarakat, memahami dinamika kehidupan warga, serta merasakan bagaimana menjadi polisi yang hadir, melayani, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar AKBP Dewiana.
Menurutnya, pengalaman tinggal bersama warga menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk memahami kondisi riil yang nantinya akan mereka hadapi saat bertugas sebagai perwira Polri.
"Kami ingin para Taruna dan Taruni Akpol tidak hanya memahami teori dan teknis kepolisian, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Melalui interaksi langsung ini, mereka akan belajar bahwa keberhasilan tugas kepolisian sangat ditentukan oleh kedekatan dan kepercayaan masyarakat," lanjutnya.
Program Latja tersebut diharapkan menjadi wahana pembelajaran yang komprehensif bagi para calon pemimpin Polri masa depan. Selain mengasah kemampuan teknis kepolisian, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, dan empati sosial yang menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di tengah masyarakat.
Dengan semangat "Manggala Satya", para Taruna dan Taruni Akpol Angkatan 60 diharapkan mampu menyerap pengalaman lapangan secara maksimal selama berada di Sragen, sekaligus memperkuat nilai-nilai pengabdian, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat yang menjadi ruh utama institusi Polri.
Khanza haryati


Social Header