SRAGEN, JATENG, Bin.com– Semangat pengabdian kepada masyarakat ditunjukkan para siswa Akademi Kepolisian (Akpol) yang tengah melaksanakan Latihan Kerja (Latja) di Polres Sragen. Tidak hanya mengikuti rangkaian pembukaan program bedah rumah milik Mbah Lampi, warga Desa Gading, Kecamatan Tanon, mereka juga turun langsung berjibaku bersama anggota Polres Sragen membongkar dan menurunkan material bangunan rumah yang akan direnovasi menjadi hunian yang lebih layak.
Di bawah terik matahari, para taruna dan taruni tampak berbaur dengan personel kepolisian, perangkat desa, serta warga setempat. Dengan penuh semangat, mereka mengangkat genteng, menurunkan kayu, membersihkan puing-puing bangunan, hingga memindahkan material yang masih bisa digunakan kembali.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program bedah rumah yang digelar Polres Sragen dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Rumah milik Mbah Lampi yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan akan direnovasi menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk dihuni.
Sebanyak 17 siswa Akpol yang terdiri dari 15 taruna dan 2 taruni ikut terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan, tetapi juga bentuk nyata implementasi nilai-nilai pengabdian yang ditanamkan sejak masa pendidikan.
Dengan seragam lapangan yang dipenuhi debu dan keringat, para calon perwira Polri itu terlihat antusias bekerja bersama anggota Polres Sragen. Mereka saling bahu-membahu mengangkat material bangunan dan mempercepat proses pembongkaran rumah yang menjadi tahap awal pembangunan kembali hunian Mbah Lampi.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memberikan apresiasi tinggi atas semangat, dedikasi, dan kepedulian sosial yang ditunjukkan para siswa Akpol selama menjalani Latihan Kerja di wilayah hukum Polres Sragen.
Menurutnya, keterlibatan langsung para taruna dan taruni dalam kegiatan bedah rumah menjadi gambaran nyata bahwa calon perwira Polri harus mampu hadir dan bekerja bersama masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi adik-adik taruna dan taruni Akpol yang saat ini melaksanakan Latja di Polres Sragen. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan secara seremonial, tetapi benar-benar turun ke lapangan, ikut bekerja, bergotong royong, dan merasakan langsung bagaimana membantu masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga untuk membentuk karakter pemimpin Polri yang humanis dan berintegritas," ujar AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Kapolres menegaskan bahwa pendidikan kepolisian tidak hanya membentuk kemampuan teknis dan akademis, tetapi juga harus menanamkan rasa empati, kepedulian, dan jiwa pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, keterlibatan para siswa Akpol dalam kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mereka.
"Kami ingin para calon perwira ini memahami bahwa menjadi polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang hadir membantu masyarakat, menjadi solusi atas persoalan warga, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar," lanjutnya.
Apresiasi tersebut semakin memperkuat semangat para taruna dan taruni yang tampak tak ragu mengangkat material bangunan bersama anggota Polres Sragen dan warga masyarakat.
Keterlibatan para siswa Akpol itu juga mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Kehadiran generasi muda Polri di tengah warga menjadi potret nyata bahwa institusi kepolisian terus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada calon-calon pemimpinnya sejak dini.
Momen kebersamaan tersebut semakin memperlihatkan wajah humanis Polri. Di tengah pelaksanaan Latihan Kerja, para taruna dan taruni tidak hanya belajar tentang tugas kepolisian, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana kehadiran Polri mampu membawa harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan bedah rumah Mbah Lampi pun menjadi pengalaman berharga bagi para calon perwira Polri masa depan. Dari Desa Gading, Kecamatan Tanon, mereka belajar bahwa tugas seorang anggota Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menebarkan kepedulian, membangun empati, serta menghadirkan solusi bagi warga.
Semangat gotong royong yang diperlihatkan anggota Polres Sragen bersama para taruna dan taruni Akpol menjadi simbol kuat peringatan HUT Bhayangkara ke-80. Bahwa di balik seragam kepolisian, terdapat hati yang siap mengabdi dan tangan yang siap bekerja untuk membantu masyarakat.
Bedah rumah Mbah Lampi bukan sekadar pembangunan fisik sebuah hunian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi potret nyata kolaborasi antara polisi, calon perwira Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi sesama, sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata bagi generasi Bhayangkara masa depan tentang arti pengabdian yang sesungguhnya.


Social Header